1.3.12

Bahasa Osing


Bahasa Osing adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Banyuwangi di ujung timur pulau Jawa (Jawa Timur). Kata Osing berasal dari kata tusing dalam bahasa Bali, yang berarti tidak.

Penduduk asli Banyuwangi biasa disebut Lare Using atau Wong Osing. Penutur Bahasa Jawa-Osing ini tersebar terutama di wilayah tengah Kabupaten Banyuwangi, terutama kecamatan-kecamatan: Banyuwangi, Kabat, Rogojampi, Glagah, Kalipuro, Srono, Cluring, Giri, Gambiran, Singojuruh, Genteng, Licin.

Sedangkan wilayah lainnya adalah wilayah tutur campuran baik Bahasa Jawa ataupun Bahasa Madura. Selain di Banyuwangi, penutur bahasa ini juga dapat dijumpai di wilayah kabupaten Jember, terutama di Dusun Krajan Timur, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember. Namun dialek Osing di wilayah Jember ini telah banyak terpengaruh bahasa Jawa dan Madura disamping dikarenakan keterisolasiannya dari daerah Osing di Banyuwangi.

Yang paling mecolok dari bahasa Osing adalah pengucapannya. Pada akhiran kalimat, huruf hidup akan terbaca seperti ini:
(u) menjadi (au)
(i) menjadi (ai)

contoh kata:
biru terbaca (birAu)
gedhigi terbaca (gedhigAi) = begini

Sedangkan huruf bA, gA, dA, nA, mA ada penambahan ya :
(bA) jadi (byA) = embah terbaca embyah
(gA) jadi (gyA) = gadung terbaca gyadung
(dA) jadi (dyA) = dedari terbaca dedyari

Kalimat :
Banyuwangi terlafal (ByAnyuwangAi)
Kembang gadhung terbaca (kembyAng gyAdong)
Dayuh terbaca (DyAyoh)
Omah terbaca (UmyAh)
Uwak terbaca (uyyA')
Nonah terbaca (nonyAh)
Embah terbaca (embyAh)


Selain itu, ada ciri khas lainnya dari bahasa atawa dialek Osing ini yang aneh...untuk kata "tidak" mereka menggunakan kata sing dan selain itu bahasa Osing juga banyak terpengaruh bahasa sekitarnya, seperti misalnya Bahasa Bali atau kawi :
bojog : monyet
Jerangkong : Setan
siro : sama dengan di Cirebon dan Indramayu yang berarti kamu
isun : aku, dan masuk bahasa Kasar
ring, nong : di
nono : tidak ada
sawi : singkong. Hati-hati kalau beli sawi di Banyuwangi, nanti dikasih singkong
sawen: sawi
Klendhi kabare? (terbaca : Klendhi kabyare?) : Apa kabar?
Gelang alit (gelyang alit) : cincin
Uwak adhon (uyyak adhon) : Bibi, Bhulik
Ono paran? : Ada apa?, kata Paran di Banyuwangi artinya "apa"
Gedhigi (baca: gedigAi) : begini
Gedhigu (baca : gedigAu) : begitu


Kosakata berakar bahasa Inggris juga masuk dalam daftar kamus dialek Banyuwangi, karena pada masa silam banyak Tuan Tanah Inggris, khususnya di Glenmore dan Kalibaru yang akhirnya turut mempengaruhi kosakata setempat, nih contohnya :
sulung (dari frasa so long) : duluan
nagud (dari frasa no good) : jelek